Sabtu, 31 Oktober 2009

Sing Exercise

Exercise 1

Start with a yawning feeling to relax the throat and let the layrnx drop (this is the bump in the neck that moves up and down when you swallow). Then let out a siren type of sound (”wooo” or “weee”) and feel it go up into the head cavities. Now let out a “wooo”, like your cheering for someone. Also try hooting like an owl. Pay attention to the feeling of resonance in your head. This is your head voice.

Exercise 2

Keep the feeling that you are just starting to yawn and say the word “dumb”. Place your fingers on your larynx and feel it descend as you do this. Sing a scale (dumb..dumb..dumb..dumb..etc.). As you ascend, let your voice cross over into the same resonance area you felt in the previous exercise. Keep your fingers on your larynx to make sure it doesn’t pull up. You should begin to feel the shift from chest voice into head, and back again. Don’t worry if your voice breaks or cracks at first. With practice, this will smooth out and disappear. You will always feel the shift in resonance, but ultimately the listener will never hear it.

Exercise 3

Now say the word “mum” in your normal speaking voice. As you sing a scale on this word, don’t let it get louder or strained as you go higher. Keep it very light if you must. Once again, allow it to cross over into your head resonance area. It will feel weak at first, especially if you are used to pulling your chest voice too high into your range.

Never go higher than is comfortable and always stop at the first sign of strain.

References From

Mark Silver, Nebraska

Fungsi Musik Menurut Anda?

Pada era Ini gak dapat dipungkiri bahwa hampir setiap bidang kehidupan, musik menunjukan perannya yang essensial baik besar maupun kecil, baik secara langsung ataupun tidak, dari iklan, teater, Religi, (scooring music ), sampai dibidang Olahraga, Pertanyaannya adalah, apakah sekarang ini masih ada bidang kehidupan yang nggak tersentuh oleh musik sama sekali?

Musik sebagai sebuah seni merupakan kebutuhan Fisik dan Batin Manusia yang universal dan menjadi bagian dalam kehidupan manusia. musik timbul atau tercipta karena ada suatu hal yang ingin disampaikan oleh para pemusik tentunya, ide-ide, gagasan, pengalaman hidup, perjuangan hidup, dan lainnya yang ingin disampaikan kepada orang lain.. maksud dan tujuan Pemusik untuk membuat musik pastinya berbeda-beda, namun pastinya ada hal yang ingin disampaikan melalui karya tersebut, perbedaan inilah yang akhirnya memunculkan perbedaan dalam corak atau gaya bermusik..

Pemusik menciptakan musik adalah untuk Mengungkapkan pengalaman, Saya pernah bertanya pada salah satu Musisi Indonesia Mas Baron (eks GIGI ) fungsi musik buat mas Baron sendiri untuk apa, Beliau mengatakan, musik itu ya gambaran diri kita seutuhnya, Pengalaman hidup kita sendiri, juga melihat dari pengalaman orang lain, Jadi sebuah karya tercipta bukan hanya sebatas pengalaman pribadi pemusik, tapi juga pengalaman orang lain disekitar kita, tinggal bagaimana seorang pemusik mengemasnya atau meng create liriknya dan mengkolaborasikan dengan instrumen musik dan nada2 yang harmonis menciptakan musik atau lagu yang indah , sehingga atmospher dari musik itu sendiri mampu menyentuh hati penikmat musik atau orang lain yang mendengarnya..

Lalu saya menanyakan Kembali apa bagian tersulit menciptakan Musik? Jawaban Mas Baron adalah. Menemukan dan mengungkapkan Ide2 yang Original yang benar2 baru dan bisa diterima para penikmat musik.. Setelah mendengar jawaban Beliau saya Menarik kesimpulan Bahwa, justru disitulah tantangannya Bagaimana menciptakan Sebuah karya musik yang benar2 berbeda bukan plagiat ‘karena karya plagiat menurut saya adalah “pengkebirian dan Pemerkosaan Terhadap sebuah Karya”. Pemusik yang bisa mengungkapan ide2 baru biasanya adalah pemusik yang kritis, ide bisa muncul dari keinginan untuk memunculkan hal baru..

Fungsi musik buat penikmat Musik

Suatu waktu Saya pernah Melihat Beberapa Konser Musik Di Indonesia, Baik workshoop Instrumen Maupun Grup Band, baik di salah Satu Media Televisi ataupun PENTAS SENI Sekolah, kampus dan sebagainya. Para penikmat musik atau penonton menunjukan kecenderungan untuk menggerakan Fisiknya ketika pertunjukan berlangsung, ada yg menggoyangkan kepala, sekedar mengetuk-ngetuk jari ada yang paling ekstreem salto menabrakan tubuihnya ke sesama penikmat musik, dan gak jarang bisa sampai terluka.. jadi Fungsi musik bagi penikmat musik dalam hal ini adalah untuk Mengungkapkan Ekspresi Fisik manusia.. karena mereka merasa menjadi bagian dari Musik itu sendiri, Tersedot kedalam suasana musik itu sendiri,.

Musik untuk penyaluran Emosi, Seseorang akan memilih musik tertentu berdasarkan susasana hati yang timbul, Teringat Pacar, Kehilangan seseorang, tentu jenis musik yang didengarkan akan berbeda tergantung emosi di Hati..

lalu musik sebagai hiburan, Bagi penikmat musik, musik didengar untuk mengisi kekosongan waktu, atau ketika seseorang bekerja atau mengerjakan tugas lain sambil mendengarkan musik.. jadi fungsi musik disini adalah sebagai hiburan semata. .

jadi buat Kamu sendiri fungsi Musik Itu Apa Sih?? sejauh apa musik menyentuh hidup kamu? pengalaman apa yang membuat musik menjadi pilihan untuk kamu Dengarkan? Seberapa besar fungsi musik buat hidup kamu? jenis musik apa yg benar2 membuat kamu nyaman? yuukk kita share….Sobat.

Rhoma Irama VS Penghargaan

Gelar profesor kehormatan (professor honoris causa) American University of Hawaii. Dianugerahkan kepada Rhoma Irama. Setuju Sobat?

Sebagai Pribadi Saya mengiyakan bahwasanya Rhoma Irama pantas dihargai sebagai seniman hebat. Beliau seorang yang konsisten dan fokus pada satu jenis musik yaitu Musik Pop melayu Indonesia, atau istilah Gaulnya Musik dangdut ( Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik, efek distorsi, delay, dan juga bentuk pemasarannya terpengaruh musik barat. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music. Penyebutan nama “dangdut” merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu)

Faktanya adalah beliau melakukan revolusi besar musik PoP melayu Indonesia atau istilah gaulnya musik dangdut. Revolusi dalam hal Pola musik, Harmoni, instrument musik, progressi akor, pola Birama, Pola Beat dan syairnya. Dangdut di tangan Rhoma, bukan dangdut seperti lagu melayu maupun lagu India. beliau bahkan memadukan dangdut dengan rock dan melahirkan ciri tersendiri. Kekayaan warna musik, melodi yang indah adalah ciri khas lagu Rhoma. Seperti yang saya katakana Dalam hal syair, Rhoma Irama juga hebat. Semua sendi kehidupan masyarakat Dia tuangkan dalam bentuk lagu, kebobrokan sosial, kritik sosial, budaya masyarakat Indonesia sehari-hari, beliau mengubah kesan lagu dangdut yang cuma bicara masalah penderitaan menjadi lebih segar seperti nasehat untuk orang muda, salah satu contoh lirik beliau yang mengkritisi perilaku masyarakat (Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, gali lubang tutup lubang), judi, hal-hal yang haram, Mirasantika, minuman keras dan narkotika dsb.
Lagu-lagu seperti Darah Muda, Begadang II, Haram,Kiamat dan masih banyak lagi adalah contoh dimana Rhoma adalah pencipta lirik dan konseptor musik yang hebat. Saya Menilai Bahwa Ketika Pemusik Lain memainkan Tema lagu berlatar Cinta dan Cinta, Rhoma Irama sudah Jauh mengeksplorasi kata2 dan lirik diluar itu,beliau juga menghilangkan kesan goyang dangdut adalah jorok. Rhoma mengangkat martabat musik dangdut ke tempat yang terhormat.

Jadi Saya Menilai Dalam hal-hal tertentu seperti kepeloporan,inovasi baru dalam karya musik, banyaknya lagu yang dihasilkan, banyaknya pecinta/penikmat musiknya atau penggemar fanatiknya, lamanya bertahan ditengah persaingan yang luar biasa Ketat, Rhoma Irama bisa disejajarkan para Legend lainnya dengan Koes Plus, Guruh, Chrisye. Titik Puspa dll. Rhoma Irama Adalah termasuk Musisi legend lainnya yang besar di tanah air. Menjadi besar di tanah Air, Menjadi Bagian Yang memiliki andil Besar Terhadap bangsa ini. Maka Selayaknya kita berjiwa Besar untuk Mengakui Bahwasanya Para Musisi ini adalah Aset Budaya Milik Bangsa Indonesia Yang wajib Kita Keraskan suaranya, Bukan Malah Menenggelamkannya, Kita Junjung Namanya, bukan Kita Lirihkan Suaranya,dan kita Banggakan Karyanya, Bukannya kita Tonjolkan Keburukannya, The Fact is, “Kalau Bangsa Mau Terlihat Besar, Hargai Bagian Terkecil dari Suatu karya Yang Kita Anggap tidak Penting”.

Bagaimana Menurut Sobat tentang ini? Karya seni seperti apa sih yang Sobat2 anggap paling Baik? Sejauh mana peran Sobat2 dalam mengapresiasi Sebuah karya dan mengkritisinya? Rhoma Irama/ siapakah Para Seniman Indonesia yang menurut Anda bisa dikategorikan sebagai Legend?

VibRato For Begginers


Vibrato is the most common note inflection in music. Even though vibrato is extremely common, student musicians often find that generating a consistent and steady vibrato is quite challenging. The following exercises will help you generate and gain control over your vibrato. strive to make vibrato a habit. The use of consistent quality vibrato will make you sound more musical, emotional, and mature.

STEP 1: What is vibrato?

Vibrato is a rapid pulsation of pitch that is used as an inflection on a note. There are many ways to play vibrato.
• Diaphragm or Throat Vibrato occurs when a musician
uses his or her air stream to produce controlled
pitch pulsations.
• Slide Vibrato occurs on trombone when a musician
uses small slide movements to produce controlled
pitch pulsations.
• Finger Vibrato occurs on valve instruments when
movement of the right hand above the valves creates
actual movement of the instrument producing
controlled pitch pulsations.
• Lip Vibrato occurs on many wind instruments when
tiny embouchure movements create controlled pitch
pulsations.

I teach, recommend, and use lip vibrato on saxophone. I recommend lip vibrato because over the years my students have found it easy to learn and control. Feel free to choice any type of vibrato that is suitable to your instrument.

STEP 2: Generating a lip vibrato

On saxophone, generating a quality vibrato can be as easy as speaking. I prefer to teach students using word phrases to help them remember key concepts.

1. Say ìDoo-woo-woo-woo-woo etc.î The ìDooî sound is the legato articulation that begins the note. Many wind players prefer to use a ìTî sound for articulations. If you prefer to use ìTî sounds for articulations, say ìToo-woo- woo-woo etc.î The ìwooî sound represents the physical motion that your embouchure will make to generate vibrato. The motion is small but rhythmically consistent. When you attempt to play vibrato, do not actually say ANTHING! Your vocal chords are not used. Simply use your lips to imitate the sound of ìDoo-woo-woo-woo-woo etc.î or ìToo- woo-woo-woo etc.î

2. Practice holding out long sustained notes and while pulsating the pitch. Donít worry about controlling the rhythmic pulsations yet, just get used to the feeling.

3. Experiment with using vibrato in different registers of the instrument. It can feel quite different in the low register versus the high register.

Step 3: Controlling Vibrato

It is essential to view vibrato in the context of rhythms. Play the following exercises on your instrument first using a legato articulation. Once youíre comfortable with the rhythms remove the legato articulation and sustain a single long note while pulsating vibrato in the rhythms given.

STEP 4: Which rhythmic feel do I use for vibrato?

There are some general guidelines to choosing the type of vibrato used in compositions.
• Jazz and Swing- tend to use a triplet or eighth note vibrato. Vibrato tends to sound slightly ìlooserî with less even pitch pulsations.
• Classical- Tend to use an eighth note or a sixteenth note vibrato. In these styles the vibrato tends to be more regulated with more even pitch pulsations.
Using vibrato is one of the many ways that musicians express emotion through their playing. The most important guideline to follow when using vibrato is to make sure that it sounds good! Feel free to take liberties with rhythmic feel and the velocity of vibrato if it reflects how you feel and sounds good.

Step 5: When Do I Play Vibrato?

When youíre first learning to use vibrato and make it habit, I suggest using it virtually all of the time. Here are the guidelines I give my students.
Use Vibrato when…
• The note is held 2 beats or longer
• The note occurs at the end of a phrase, is not short,
and is followed by a rest.
• Any other place where you feel it might be appropriate

STEP 6: How do I make Vibrato a Habit?

The greatest challenge that a student musicians faces when learning vibrato is remembering to use it. Often, student musicians are overwhelmingly focused on playing the correct notes and rhythms. The simple way to ensure that vibrato becomes a habit is to WRITE IT IN EVERYWHERE IT WILL BE PLAYED!

references from

Copyright ©2004 by JazzPath Publishing, Cambridge, MA 02238
International Copyright Secured Printed in U.S.A All Rights Reserved
www.jazzpath.com

Musical Instrumen

Musical Instrumen
circle Guitar