Sabtu, 31 Oktober 2009

Tips berlatih Paduan Suara

Teknik Berlatih Paduan Suara : Tips dan Trik

Dalam dunia tarik suara kita mengenal jenis-jenis kelompok vokal seperti Duet, Trio, Kwartet, Ansambel, Paduan Suara dll. Paduan Suara sering kita saksikan pada acara-acara rutin gereja bahkan yang bersifat tahunan misalnya : Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi), Perayaan Paskah/Natal.
.
Pembinaan Paduan Suara pada umumnya bersifat temporer, artinya hanya dibentuk jika ada event yang membutuhkan dan menyewa pelatih dari luar dengan biaya yang relatif mahal. Padahal bila kita memahami trik/teknik latihan Paduan Suara sebenarnya tidak terlalu sulit dan bisa kita kerjakan sendiri. Yang penting kita bisa membuat program latihan yang baik, tentunya dengan sarana/tempat latihan yang representatif.

KLASIFIKASI PADUAN SUARA
.
Penulis megklasifikasikan Paduan Suara menjadi 3 (tiga) level, yaitu:
.
Level – 1 (Penguasaan Materi)
.
Kriteria : Anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan notasi yang tertulis pada partitur.
.
Tips :
- Nyanyikan panjang pendek not sesuai nilai not pada partitur.
- Nyanyikan tinggi rendah nada sesuai dengan interval nada yang tertulis di partitur.
- Tekankan anggota untuk menghafal syairnya.
.
Level – 2 (Interprestasi)
.
Kriteria : Anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan interprestasi lagu yang diinginkan oleh komponis maupun aranger lagu tersebut.
.
Tips :
- Latih keras/lembut suara sesuai dengan tanda dinamik pada partitur. Kalau tidak tercantum pada partitur, dinamik disesuaikan dengan makna syair atau karakter alur melody.
- Latih Artikulasi (pengucapan) syair agar terdengar jelas. Misalnya pengucapan konsonan “r”, “s”, “ng”, serta vokal a, i, u, e, o, sehingga terdengar perbedaannya.
- Perhatikan Intonasi (penekanan) suku kata yang sesuai dengan Birama lagu.
- Perhatikan Frasering (pengkalimatan) agar sesuai dengan kalimat yang benar. Ini dapat dicapai jika dilaksanakan dengan teknik pernafasan yang baik.
- Lakukan pemanasan (vokalisi) yang cukup sebelum pelaksanaan latihan dimulai agar diperoleh Timbre (warna suara) yang menyatu, sehingga tidak ada suara yang menonjol sendiri.

Level – 3 (Ekspresi)
.
Kriteria : Setelah melalui tahap level 1 dan 2, anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi dengan penghayatan dan dikeluarkan melalui ekspresi.
.
Tips :
- Latih cara menyanyikan lagu sesuai dengan karakter lagu, misalnya: Lagu/aransemen yang riang dinyanyikan dengan lincah dan riang. – Perhatikan pada aransemen yang terdapat tanda perubahan tempo, misalnya : Accelerando, rittardando, A- tempo dll., agar dinyanyikan dengan tepat sehingga mendukung ekspresi.
- Tidak semua anggota dapat bernyanyi dengan ekspresi. Tempatkan anggota pada posisi central dan banjar terluar (samping kiri/kanan), karena posisi ini mempengaruhi penampilan secara keseluruhan.
.
Pembagian Kelompok Suara
.
Paduan suara umumnya terdiri dari 4 kelompok suara yaitu Sopran, Alto, Tenor dan Bass. Beberapa arransemen ada pula yang membagi Sopran, Meso, Alto, Tenor, Bariton dan Bass. Untuk mendapatkan balance yang baik, perlu pembagian yang tepat untuk masing-masing kelompok. Tips:
- Kelompokan anggota berdasarkan Range/ambitus suara, jangan paksakan penyanyi Alto bernyanyi dikelompok sopran dengan alasan karena kekurangan anggota sopran, demikian juga kelompok yang lainnya.
- Komposisi SATB (sopran, alto, tenor, bass) yang Ideal adalah 3:2:2:3., namun demikian pedoman di atas dapat berubah dengan pertimbangan potensi Power penyanyi yang ada.

Program Latihan
.
Ada peribahasa “Seberangilah sungai dari tempat yang dangkal” artinya mulailah segala sesuatu dari yang mudah dahulu. Artinya dalam membuat program latihan harus bertahap dari yang mudah dahulu.
.
Tips :
- Selesaikanlah dahulu level-1 baru kemudian mulai level-2, dst. Contoh : jangan mengajarkan materi level-2 kalau anggota belum semuanya lulus level-1, karena akan sia-sia akibat terpecahnya konsentrasi.
- Kelompok paduan suara ibarat rangkaian gerbong kereta api. Jika salah satu gerbong tersendat maka gerbong yang lain kecepatanya terpaksa ikut melambat, menyesuaikan kecepatan gerbong yang tersendat tadi. Perbaiki gerbong (baca : kelompok suara) yang lemah dahulu, baru kelompok gerbong lainnya.
- Awali latihan dengan vokalisi terlebih dahulu, sesuai dengan karakter lagu yang akan dinyanyikan. Jika lagu banyak menggunakan stacato, perbanyak vokalisi stacato, jika lagu banyak nada panjang, perbanyak vokalisi nada panjang.
- Tekankan anggota untuk membaca not, jangan menghafal not, karena kemampuan membaca sangat diperlukan dalam PS. Setelah anggota dapat menyanyikan notasi dengan benar tekankan untuk menghafal syair.

Dirigen
.
Dirigen dalam Paduan Suara sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penampilan Paduan Suara. Idealnya Dirigen Paduan Suara merangkap pelatih sejak awal program latihan dilaksanakan, agar secara emosional akan terjalin komunikasi. Namun karena keterbatasan personel di TNI AL yang bisa memimpin Paduan Suara, seringkali Dirigen ditunjuk berdasarkan senioritas, atau dari sukarelawan yang memberanikan diri karena tidak ada yang mau menjadi dirigen. Sebaiknya hal ini dihindari.
.
Tips:
- Pilihlah Dirigen yang mempunyai wawasan PS lebih daripada anggota Paduan Suara lainnya, jangan berdasarkan senioritas saja.
- Fungsi Dirigen memadukan Suara dari anggotanya sehingga menjadi satu komposisi yang padu dan harmonis. Untuk itu Dirigen harus menguasai materi dengan baik dan benar, sebelum ia memadukan (memimpin) kelompok Paduan Suaranya.
- Dirigen jangan memulai aba-aba jika belum seluruh mata anggota memperhatikan Dirigen, karena kontak mata sangat penting untuk menjalin komunikasi antara Dirigen dan anggota Paduan Suara.
.
Demikianlah secara singkat Tips berlatih Paduan Suara, semoga dapat bermanfaat.
.
“Keberhasilan adalah buah dari latihan, namun tanpa disiplin, latihan tidak menghasilkan apa-apa”.
.
Selamat berlatih . . ..©
.
Sumber Refferensi : Kapten Laut (KH) Albert AFR, S

Voice Of soul Choir

Paduan Suara

Paduan suara atau kor (dari bahasa Belanda, koor) merupakan istilah yang merujuk kepada ensembel musik yang terdiri atas penyanyi-penyanyi maupun musik yang dibawakan oleh ensembel tersebut. Umumnya suatu kelompok paduan suara membawakan musik paduan suara yang terdiri atas beberapa bagian suara (bahasa Inggris: part, bahasa Jerman: Stimme).

Dalam pengertian ini, paduan suara juga mencakup kelompok vokal (vocal group), walaupun kadang kedua istilah ini saling dibedakan.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Struktur paduan suara

Paduan suara biasanya dipimpin oleh seorang dirigen atau choirmaster yang umumnya sekaligus adalah pelatih paduan suara tersebut. Umumnya paduan suara terdiri atas empat bagian suara (misalnya sopran, alto, tenor, dan bas), walaupun dapat dikatakan bahwa tidak ada batasan jumlah suara yang terdapat dalam paduan suara. Selain empat suara, jumlah jenis suara yang paling lazim dalam paduan suara adalah tiga, lima, enam, dan delapan. Bila menyanyi dengan satu suara, paduan suara tersebut diistilahkan menyanyi secara unisono.

Paduan suara dapat bernyanyi dengan atau tanpa iringan alat musik. Bernyanyi tanpa iringan alat musik biasanya disebut sebagai bernyanyi a cappella. Bila bernyanyi dengan iringan, alat musik pengiring paduan suara dapat terdiri atas alat musik apa saja, satu, beberapa, atau bahkan suatu orkestra penuh.

Untuk latihan paduan suara, alat pengiring yang digunakan biasanya adalah piano, termasuk bahkan jika pada penampilannya digunakan alat musik lain atau ditampilkan secara a cappella.

[sunting] Tata letak panggung

Terdapat banyak pandangan mengenai bagaimana masing-masing kelompok bagian suara dalam paduan suara ditempatkan di panggung pada suatu penampilan. Pada paduan suara simfonik, biasanya bagian-bagian suara diatur dari suara tertinggi ke suara terendah (misalnya sopran, alto, tenor, dan kemudian bas) dari kiri ke kanan, bersesuaian dengan penempatan bagian alat musik gesek umumnya. Pada penampilan a cappella atau dengan iringan piano, umumnya pria ditempatkan di belakang dan wanita di depan; penempatan kelompok bas di belakang kelompok sopran disukai oleh beberapa dirijen dengan alasan bahwa kedua bagian suara ini harus saling menyesuaikan nada.

Paduan suara yang lebih berpengalaman sering menyanyi dengan semua bagian suara bercampur dan tidak terkelompok-kelompok. Pendapat yang mendukung metode penempatan ini adalah bahwa metode ini memudahkan masing-masing penyanyi untuk mendengarkan dan menyesuaikan nada dengan bagian suara yang lain, walaupun hal ini menuntut kemandirian masing-masing penyanyi.

[sunting] Jenis-jenis paduan suara

Kelompok paduan suara dapat dikategorikan berdasarkan jenis suara yang terdapat di dalam paduan suara tersebut:

  • Paduan suara campuran (yaitu dengan suara wanita dan suara pria). Jenis ini mungkin merupakan yang paling lazim, biasanya terdiri atas suara sopran, alto, tenor, dan bas, sering disingkat sebagai SATB. Seringkali pula salah satu atau beberapa jenis suara tersebut dibagi lagi menjadi dua atau lebih, misalnya SSAATTBB (setiap jenis suara dibagi dua) dan SATBSATB (paduan suara tersebut dibagi menjadi dua yang masing-masing terdiri atas empat jenis suara). Kadang kala jenis suara bariton juga dipisahkan (misalnya SATBarB), seringkali dinyanyikan oleh penyanyi bersuara bas tinggi.
  • Paduan suara wanita, biasanya terdiri atas jenis suara sopran dan alto yang masing-masing dibagi dua, sering disingkat SSAA. Bentuk lain adalah tiga suara, yaitu sopran, mezzo-sopran, dan alto, kadang disingkat SMA.
  • Paduan suara pria, biasanya terdiri atas dua bagian tenor, bariton, dan bas, sering disingkat TTBB (atau ATBB jika kelompok suara tertinggi bernyanyi dengan teknik falsetto pada jangkauan nada alto, seperti lazimnya pada musik barbershop). Jenis lain paduan suara pria adalah paduan suara yang terdiri atas suara SATB seperti pada paduan suara campuran namun bagian sopran dinyanyikan oleh anak-anak laki-laki (sering disebut treble) dan bagian alto dinyanyikan oleh pria (dengan teknik falsetto, sering disebut kontratenor).
  • Paduan suara anak, biasanya terdiri atas dua suara SA atau tiga suara SSA, atau kadang lebih dari itu.

Pengkategorian lain untuk paduan suara adalah berdasarkan jumlah penyanyi di dalamnya, misalnya:

  • Ensembel vokal atau kelompok vokal (3-12 penyanyi)
  • Paduan suara kecil atau paduan suara kamar (12-28 penyanyi)
  • Paduan suara besar (lebih dari 28 penyanyi)

Paduan suara juga dapat dikategorikan menurut jenis atau genre karya yang dibawakannya, misalnya:

Wiener Sängerknaben,
paduan suara anak laki-laki dari Wina, Austria
  • Paduan suara simfonik
  • Paduan suara opera
  • Paduan suara lagu keagamaan (musica sacra)
  • Paduan suara lagu popular
  • Paduan suara jazz
  • Paduan suara lagu rakyat
  • Paduan suara pertunjukan (show choir), yang anggota-anggotanya menyanyi dan menari dalam penampilan yang seringkali menyerupai pertunjukan musical.

Selain itu, paduan suara dapat dikategorikan menurut lembaga tempat paduan suara tersebut berada, misalnya:

[sunting] Beberapa karya paduan suara

[sunting] Beberapa paduan suara terkenal

[sunting] Paduan suara profesional dan amatir

[sunting] Paduan suara mahasiswa atau perguruan tinggi

[sunting] Paduan suara anak dan remaja

[sunting] Paduan suara Gereja

[sunting] Pranala luar

Sing Exercise

Exercise 1

Start with a yawning feeling to relax the throat and let the layrnx drop (this is the bump in the neck that moves up and down when you swallow). Then let out a siren type of sound (”wooo” or “weee”) and feel it go up into the head cavities. Now let out a “wooo”, like your cheering for someone. Also try hooting like an owl. Pay attention to the feeling of resonance in your head. This is your head voice.

Exercise 2

Keep the feeling that you are just starting to yawn and say the word “dumb”. Place your fingers on your larynx and feel it descend as you do this. Sing a scale (dumb..dumb..dumb..dumb..etc.). As you ascend, let your voice cross over into the same resonance area you felt in the previous exercise. Keep your fingers on your larynx to make sure it doesn’t pull up. You should begin to feel the shift from chest voice into head, and back again. Don’t worry if your voice breaks or cracks at first. With practice, this will smooth out and disappear. You will always feel the shift in resonance, but ultimately the listener will never hear it.

Exercise 3

Now say the word “mum” in your normal speaking voice. As you sing a scale on this word, don’t let it get louder or strained as you go higher. Keep it very light if you must. Once again, allow it to cross over into your head resonance area. It will feel weak at first, especially if you are used to pulling your chest voice too high into your range.

Never go higher than is comfortable and always stop at the first sign of strain.

References From

Mark Silver, Nebraska

Fungsi Musik Menurut Anda?

Pada era Ini gak dapat dipungkiri bahwa hampir setiap bidang kehidupan, musik menunjukan perannya yang essensial baik besar maupun kecil, baik secara langsung ataupun tidak, dari iklan, teater, Religi, (scooring music ), sampai dibidang Olahraga, Pertanyaannya adalah, apakah sekarang ini masih ada bidang kehidupan yang nggak tersentuh oleh musik sama sekali?

Musik sebagai sebuah seni merupakan kebutuhan Fisik dan Batin Manusia yang universal dan menjadi bagian dalam kehidupan manusia. musik timbul atau tercipta karena ada suatu hal yang ingin disampaikan oleh para pemusik tentunya, ide-ide, gagasan, pengalaman hidup, perjuangan hidup, dan lainnya yang ingin disampaikan kepada orang lain.. maksud dan tujuan Pemusik untuk membuat musik pastinya berbeda-beda, namun pastinya ada hal yang ingin disampaikan melalui karya tersebut, perbedaan inilah yang akhirnya memunculkan perbedaan dalam corak atau gaya bermusik..

Pemusik menciptakan musik adalah untuk Mengungkapkan pengalaman, Saya pernah bertanya pada salah satu Musisi Indonesia Mas Baron (eks GIGI ) fungsi musik buat mas Baron sendiri untuk apa, Beliau mengatakan, musik itu ya gambaran diri kita seutuhnya, Pengalaman hidup kita sendiri, juga melihat dari pengalaman orang lain, Jadi sebuah karya tercipta bukan hanya sebatas pengalaman pribadi pemusik, tapi juga pengalaman orang lain disekitar kita, tinggal bagaimana seorang pemusik mengemasnya atau meng create liriknya dan mengkolaborasikan dengan instrumen musik dan nada2 yang harmonis menciptakan musik atau lagu yang indah , sehingga atmospher dari musik itu sendiri mampu menyentuh hati penikmat musik atau orang lain yang mendengarnya..

Lalu saya menanyakan Kembali apa bagian tersulit menciptakan Musik? Jawaban Mas Baron adalah. Menemukan dan mengungkapkan Ide2 yang Original yang benar2 baru dan bisa diterima para penikmat musik.. Setelah mendengar jawaban Beliau saya Menarik kesimpulan Bahwa, justru disitulah tantangannya Bagaimana menciptakan Sebuah karya musik yang benar2 berbeda bukan plagiat ‘karena karya plagiat menurut saya adalah “pengkebirian dan Pemerkosaan Terhadap sebuah Karya”. Pemusik yang bisa mengungkapan ide2 baru biasanya adalah pemusik yang kritis, ide bisa muncul dari keinginan untuk memunculkan hal baru..

Fungsi musik buat penikmat Musik

Suatu waktu Saya pernah Melihat Beberapa Konser Musik Di Indonesia, Baik workshoop Instrumen Maupun Grup Band, baik di salah Satu Media Televisi ataupun PENTAS SENI Sekolah, kampus dan sebagainya. Para penikmat musik atau penonton menunjukan kecenderungan untuk menggerakan Fisiknya ketika pertunjukan berlangsung, ada yg menggoyangkan kepala, sekedar mengetuk-ngetuk jari ada yang paling ekstreem salto menabrakan tubuihnya ke sesama penikmat musik, dan gak jarang bisa sampai terluka.. jadi Fungsi musik bagi penikmat musik dalam hal ini adalah untuk Mengungkapkan Ekspresi Fisik manusia.. karena mereka merasa menjadi bagian dari Musik itu sendiri, Tersedot kedalam suasana musik itu sendiri,.

Musik untuk penyaluran Emosi, Seseorang akan memilih musik tertentu berdasarkan susasana hati yang timbul, Teringat Pacar, Kehilangan seseorang, tentu jenis musik yang didengarkan akan berbeda tergantung emosi di Hati..

lalu musik sebagai hiburan, Bagi penikmat musik, musik didengar untuk mengisi kekosongan waktu, atau ketika seseorang bekerja atau mengerjakan tugas lain sambil mendengarkan musik.. jadi fungsi musik disini adalah sebagai hiburan semata. .

jadi buat Kamu sendiri fungsi Musik Itu Apa Sih?? sejauh apa musik menyentuh hidup kamu? pengalaman apa yang membuat musik menjadi pilihan untuk kamu Dengarkan? Seberapa besar fungsi musik buat hidup kamu? jenis musik apa yg benar2 membuat kamu nyaman? yuukk kita share….Sobat.

Musical Instrumen

Musical Instrumen
circle Guitar