Minggu, 04 Juli 2010

TEMPO Pada Musik

TEMPO


Jika melodi dapat dianalogikan sebagai jiwa bagi musik maka jantungnya ialah ritme dan tempo. Tempo merupakan “polisi lalulintas” yang mengatur kelancaran lalulintas sedangkan kelancaran lalulintasnya ialah ritme. Petunjuk tempo pada naskah musikal tertulis di kiri atas halaman permulaan sebuah karya musik. Petunjuk tersebut memberitahukan kepada pemusik seberapa cepat karya tersebut harus dimainkan; apakah Andante (biasa secepat orang berjalan), Allegro(cepat), Largo (lebar/ lambat), Presto (sangat cepat), dan sebagainya
(Ewen 1963, 4).

Dalam prakteknya, kecepatan tempo adalah relatif. Pada masa lalu istilah cepat dan lambat hanya untuk membedakan kecepatan di antara satu lagu dengan lagu yang lain sedangkan rincian seberapa cepat harusnya sebuah lagu dimainkan, belum ada.
Menjelang akhir abad ke-18 ditemukan metronom, yaitu instrumen untuk mengukur
berbagai kategori kecepatan tempo musik. Walaupun kini yang dianggap
sebagai penemu instrumen tersebut ialah seorang ahli dari Jerman bernama Johann Nepomuk Maelzel (1772–1838) namun sebenarnya idenya telah terlebih dahulu ditemukan oleh Dietrich Nikolaus Winkel (c.
1776–1826) dari Belanda.

Metronom terdiri dari sebuah bandulan yang posisinya dapat diubah-ubah dengan menggeser kepala bandulan tersebut pada sebuah tongkat pengayun guna mengatur kecepatan gerak bandulan sesuai dengan skala angka yang dibutuhkan. Bandulan dan tongkatnya digerakkan oleh per dalam suatu rangkaian mesin yang setiap kali
gerakan bandulan mencapai masing-masing sisi akan terdengar bunyi ketokan yang menandai pulsa atau ketukan.

Pada metronom terdapatfasilitas yang dapat mengatur jenis irama tertentu dengan bunyi ”ting”yang lebih menonjol dan nyaring dari bunyi ketokan yang monoton. Misalnya pada irama 3/4 akan terdengar pola bunyi ”ting, tok, tok, tok”, yang berulang-ulang. Sehubungan dengan itu di samping tanda tempo berupa istilah
istilah biasanya pada permulaan naskah musikal juga tertulis tanda metronom yang ditulis, misalnya “M.M.
(Maelzel's metronome)

= 60” : yang menunjukan bahwa kecepatan lagu yang dituntut ialah setiap satu
ketukan nada setengah setara dengan 60 ketokan per menit. Kemasan metronom konvensional cenderung pada bentuk piramid. Walaupun metronom konvensional masih tetap diproduksi, saat ini kita juga bisa memperoleh berbagai macam model metronom elektronik ataupun digital. Dalam sejarah musik klasik,metronom pernah satu kali dipergunakan sebagai alat musik, yaitu pada karya komponis Honggaria, György
Ligeti, berjudul Poème symphonique (1962), yang menggunakan 100 metronom
(Encyclopedia Britanica 2005) Secara umum tempo musik dapat diklasifikasikan menjadi 6 gradasi, mulai dari kategori sangat lambat, lambat, sedang, agak cepat, cepat, dan sangat cepat. Pada masing-masing kategori tersebut paling tidak terdapat antara dua hingga empat sub kategori.

KATEGORI SUB KATEGORI KETERANGAN
Sangat Lambat Largo Luas
Grave Serius
Lambat Lento -
Adagio Gemulai, ringan (tidak tergesa-gesa), santai(slowly).
Sedang Andante Berjalan – dalam tempo orang berjalan)
Andantino Sedikit/ seperti andante (lebih cepat dari andante)
Moderato -Agak Cepat Allegretto Agak hidup (tidak secepat allegro)
Cepat Allegro Gembira, ceria, hidup.
Sangat Cepat Allegro molto Sangat hidup
Vivace Enerjik, bersemangat, hidup.
Presto Sangat cepat
Prestissimo Secepat mungkin

Terminologi di atas dapat dimodifikasi dengan menambahkan kata-kata molto (sangat) meno (kurang) poco (sedikit) dan non troppo (tidak terlalu banyak). Poco allegro dapat berarti agak Allegro. Allegro non troppo berarti tidak terlalu allegro.

Di samping tanda tempo yang tetap di atas ada juga istilah yang mengindikasikan
perubahan tempo. Yang paling sering digunakan di antaranya ialah accelerando (berangsurangsur menjadi cepat) dan ritardando (berangsur melambat); tanda a tempo (kembali ke tempo asal) biasanya terdapat pada bagian yang telah dilalui tanda perubahan tempo namun bukan di bagian akhir lagu.

Tugas :

1. Mainkanlah/Nyanyikanlah salah satu lagu dari komposer yang kamu minati Indonesia/mancanegara, mainkanlah lagu dengan tempo yang sesuai. (alat musik Bebas)
2. Berikanlah tanda tempo lagu yang sesuai pada lagu berikut ini

Senin, 29 Maret 2010

one unique thing in music is called Resonance


there is one very interesting question, There is one of the International XI class students of SMAN 81 Jakarta Dinaryati Aminda asked about Resonance, Resonance Is it? This time I'll explain a little about Resonance. You learn physics / music in school?, Must be very close to the resonance term. Resonance is a body vibrating process because there are other things that vibrate, this occurs because an object vibrating at the same frequency with the frequency of affected items.

for example if there is a guitar tone plucked at D, must have strings to vibrate 4 will come too ..
Why?? because the strings of the guitar are usually pitched 4 D also, that because of the similarity of this frequency, the string also vibrates if not touched, in other words Resonance is an attempt to create a resonant sound / echo beautiful, not just as strong or loud shouting . Or in other words, how to expand the area of noise caused by vibration.

It must be heard echoes of a beautiful and orderly, so that what we say can be understood by the listener.

We demonstrated it with:

a. Tuning fork is struck and held it, would be more sound if the area after struck in the table attached to the echo chamber of the tuning fork vibrations.

b. Plucked guitar strap with a wooden stick will be greater / total area above the sound when plucked guitar body itself, because the box / body that is the echo space / room resonances.

c. Clapped his hands with palms bent, an area will be more sound than if palms were flat or parallel. Because palms arch has become an echo chamber.

Well .. In echoing the voice, all instruments of articulation as above into resonance instruments, but focuses on the throat and mouth / oral cavity, which must be constantly expanded and wide open as long as we sing.

Some ways that can be done to expand the resonance of, among others:

a. Mmmmm humming, with attention to:
- Outside the clenched lips lightly, do not pinch.
- Upper and lower teeth are not in Squeeze.
- The tongue is placed flat and the tip of the tongue touching the lower teeth.
- Lower jaw in the fall relaxed and light.
- Oral cavity and throat to be opened as widely as possible as the force was evaporated.

b. to fantasize, or imagine "how to make things move
imitation "if we're eating the sweet fruit and the water a lot (wuahh. .. wuihh, whhooohh). Just think as if you did not eat it.

c. imitate the beast was roaring against the prey.

Slightly more complex to train, because it may be difficult to shut up and expand in the mouth cavity.

With diligent practice can definitely improve the resonance region for a wider sound, even when the song is sung softly or loudly.

This is a simple discussion of resonance, may be able to give a new appreciation for all of us, the pattern of development of vocal techniques and music learning materials in the future. and information for you all, and special thanks for dinaryati Aminda international XI class on a good question.

Restu MK 09.30 PM
(Mr. Re)
At Home.

Hal yang unik dalam Musik adalah Resonansi


ada Salah satu pertanyaan yang sangat menarik, Ada salah satu dari siswa kelas XI Internasional SMAN 81 Dinaryati Aminda jakarta menanyakan tentang Resonansi, Apakah Resonansi itu ? Kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang Resonansi. Anda belajar fisika / musik di sekolah?, pasti sangat dekat dengan istilah resonansi,. Resonansi merupakan proses bergetar suatu benda dikarenakan ada benda lain yang bergetar, hal ini terjadi dikarenakan suatu benda bergetar pada frekwensi yang sama dengan frekwensi benda yang terpengaruhi.

contohnya apabila ada suatu gitar yang dipetik pada nada D, pasti dawai ke-4 akan ikut bergetar juga..
kenapa ?? karena dawai ke-4 gitar biasanya bernada D juga, sehingga karena kesamaan frekwensi ini, maka senar tersebut juga ikut bergetar walau tidak disentuh, dengan kata lain Resonansi adalah suatu upaya untuk membuat suara bergema / bergaung indah, bukan hanya sekedar kuat atau keras seperti berteriak. Atau dengan kata lain, bagaimana memperluas wilayah bunyi yang ditimbulkan getaran.

Gema itu harus terdengar indah dan teratur, sehingga apa yang kita ucapkan dapat dimengerti oleh pendengar.

Kita contohkan saja dengan:

a. Garpu tala yang yang dipukulkan dan yang dipegang saja, akan lebih luas wilayah bunyinya jika setelah dipukulkan ditempelkan di atas meja yang menjadi ruang gema dari getaran garpu tala tersebut.

b. Tali gitar yang dipetik dengan bantuan tongkat kayu akan lebih besar / luas wilayah bunyinya jika dipetik diatas badan gitar sendiri, karena kotak / badannya itulah yang menjadi ruang gemanya/ ruang resonansinya.

c. Bertepuk tangan dengan membungkukkan kedua telapak tangan, akan lebih luas wilayah bunyinya dibanding jika kedua telapak tangan itu rata atau sejajar. Karena lengkungan telapak tangan telah menjadi ruang gema.

Nah.. Didalam menggemakan suara, seluruh alat-alat artikulasi seperti tersebut diatas menjadi alat-alat resonansi, namun terpusat pada tenggorokan dan mulut / rongga mulut, yang selalu harus diperluas dan senantiasa terbuka luas sepanjang kita bernyanyi.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperluas ruang resonansi antara lain:

a. Bersenandung mmmmm, dengan memperhatikan:
- bibir sisi luar dikatupkan ringan, tidak menjepit.
- gigi atas dan bawah tidak di rapatkan.
- lidah diletakkan rata dan ujung lidah menyentuh gigi bawah.
- rahang bawah di jatuh santai dan ringan.
- rongga mulut dan tenggorokan harus dibuka seluas mungkin seperti gaya sedang menguap.

b. dengan berfantasi, atau membayangkan “bagaimana membuat sesuatu gerak
imitasi” jika kita sedang memakan buah yang harum dan airnya banyak (wuahh...wuihh, whhooohh ). Bayangkan saja seolah-olah kamu memang lagi makan itu.

c. meniru gaya binatang buas yang sedang mengaum menghadapi mangsanya.

Sedikit lebih rumit untuk melatihnya, karena mungkin sulit menutup mulut dan meluaskan rongga dalam mulut.

Dengan latihan yang tekun pasti dapat meningkatkan resonansi untuk mendapatkan wilayah bunyi yang lebih luas, walaupun pada saat lagu dinyanyikan lembut atau keras.

inilah pembahasan sederhana tentang Resonansi, semoga bisa memberikan apresiasi baru terhadap kita semua, pola pengembangan teknik vokal serta bahan pembelajaran seni musik di masa datang. dan informasi buat anda semua, dan spesial terima kasih buat dinaryati Aminda di kelas XI internasional SMAN 81, atas pertanyaannya yang bagus.

Restu MK 09.30 PM
(Mr Re)
At Home.

Rabu, 03 Maret 2010

Semua Masih ada Harapan.

Sore ini ku duduk di depan Televisi bersama dengan Putraku yang Lucu, Tangguh namanya, usianya 3,5 tahun, ku ubah channel demi channel TV yang ada, dalam hatiku, Indahnya teknologi segalanya serba pilihan-pilihan, namun entah mengapa lagi2 setiap channel TV menyajikan hal2 yang setidaknya “cukup” menarik. Menarik karena semua channel TV menyajikan hal yang sama sore ini.. Ku ajak putraku Tangguh menonton bersama, di sela keseriusanku menyaksikan TV, tiba-tiba Putraku bertanya”
“Ayah..mereka itu sedang apa”? O..itu wakil rakyat Putraku, “Wakil rakyat itu apa ayah? “ “Hmm, Wakil rakyat orang yang mewakili rakyat, suaranya adalah suara rakyat, dan mereka bersatu untuk rakyat, bukan untuk kepentingan diri sendiri atau golongannya anakku”.. “Wah ayah, aku ingin menjadi wakil rakyat kelak, “oo boleh Putraku, itu adalah mulia”.
Tiba-tiba wakil rakyat di dalam tayangan televisi yang tadinya tenang mendadak berubah menjadi Huru hara.. “ lho ayah.. ada apa dengan wakil rakyat itu ayah?”. “Kenapa mereka saling pukul dan saling menunjuk?.. “Oo tidak apa-apa anak Ku, itu wujud kasih sayang mereka, itulah demokrasi kita, kamu hafal sila Ke empat Pancasila Anakku?” Aku hafal ayah..” coba bunyikan dengan lantang untuk Ayah”.. “Empat..kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan..Nah aku hafal kan ayah?” ,”hebat.. itu baru anak ayah, nah itu artinya, yang mereka lakukan di gedung itu sesuai dengan sila ke empat pancasila anakku, itu adalah bentuk musyawarah , Itu tanda sayang mereka, kerjasama mereka, dan itulah tanda persatuan mereka yakni dengan saling menunjuk dan berteriak lantang”,.. Mudah2an kamu belajar banyak dari tayangan ini ya Nak” ..
Tiba-tiba gambar di televisi berubah latar, kejadian terjadi diluar gedung wakil rakyat , tidak kalah serunya.. huru hara yang lebih dasyat lagi.. lagi2 putra ku bertanya… “Ayah itu apa lagi?” Oo tidak apa2 anakku, itu salah satu bentuk menyalurkan pendapat, “Tapi ayah kenapa mereka melempar sesuatu?”, lhoo itu ayah ada yang berdarah terkena batu”.. “Oo tidak apa2 anakku, itu cara mereka berkomunikasi. Itulah bentuk demokrasi kita anakku”.. mereka hanya sedang bercakap-cakap dengan mesra”.. jadi Banggalah anakku, karna bangsa kita berbudaya, nah itulah “Budaya” kita”.. ”Oya ,.ayah ingin dengar lagu Indonesia Raya yang biasa kamu nyanyikan di sekolah anakku, mungkin kamu sekarang sudah hafal”.. Pasti Ayah aku sudah hafal ..aku nyanyikan untuk Ayah”
Sambil menghormat ia bernyanyi :
Indonesia Tanah Airku Tanah Tumpah Darahku
Disanalah Aku Berdiri jadi Pandu Ibuku
Indonesia Kebangsaanku Bangsa Dan Tanah Airku
Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu
Hiduplah Tanahku Hiduplah Negriku
Bangsaku Rakyatku Semuanya
Bangunlah jiwanya Bangunlah Badannya, untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya Merdeka Merdeka Tanahku Negriku yang Kucinta
Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya

Belum sampai lagu ini selesai hatiku sudah menangis, kupotong lagu tersebut.. “cukup anakku, cukup.. jangan kau lanjutkan” ..”Kenapa ayah aku belum selesai menyanyikannya?,” Tidak apa2 anakku, nanti kau boleh melanjutkannya lagi. Aku hanya bisa menerawang dan berkata dalam hati sambil menatap matanya yang polos dan bertanya-tanya (“ Inilah yang diwariskan Bangsa Kita Nak, dari generasi ke generasi, Persatuan adalah Slogan, Perbedaan pendapat adalah Tawuran, Musyawarah adalah kemunafikan, tersenyum bila didepan, tertawa bila di belakang, Terlalu banyak kebohongan yang Kita lakukan. Dan kau belajar banyak dari sana Nak, karena ku tahu kau tidak dapat mencegahnya.. Inilah bangsa kita Anakku. Berbanggalah, suatu hari nanti kau akan lebih Tahu.. mana yang terbaik untuk Dirimu dan Bangsamu., dan Ayah yakin lagu Indonesia Raya akan berkumandang dengan Lebih Gagah, lebih lantang, tanpa ada Kepalsuan-kepalsuan, Semua masih ada Harapan. Segalanya berada di Pundakmu”).

"for the resurrection of our nationalism"
MAHAR K RESTU
02/03/2010
23.50 WIB

Musical Instrumen

Musical Instrumen
circle Guitar